Satu

Kisah masa SMA memang tidak bisa dilupakan begitu saja. Seperti awal bab dari sebuah buku, kisah yang mengawali rangkaian kisah lainnya.     

Kinan, gadis SMA yang biasa saja dengan tampang yang sangat biasa saja. Nilai pun biasa-biasa saja, tak ada yang mencolok darinya. Mungkin hanya kulit kusamnya yang kontras dengan warna jilbab yang ia kenakan yang dapat menarik perhatian orang lain. Bayangkan, kulit sawo matang yang setiap hari terpapar sinar matahari saat menunggu bus itu, bertemu dengan seragam putih abu-abu khas anak SMA. Saa~ngat kontras. Sudah dekil, makin dekil pula.haha

Siang itu, jam istirahat setelah pelajaran komputer adalah jam bebas untuk menggunakan lab komputer. Kinan bukanlah anak dari orang tua yang kaya, daripada menghabiskan waktu istirahat untuk membeli makanan, Kinan lebih suka menghabiskan waktu istirahat untuk mengeksplor pengetahuannya. Teman lain pun begitu, tapi mereka lebih suka jajan dulu baru menuju ke lab komputer. Kinan harus hemat, itulah alasan sebenarnya.

Kinan meminta ijin kepada kepala lab saat itu untuk memakai komputer.

"Pak, boleh saya pakai komputernya?"

"Oh iya pakai aja, bebas kok. ada internet juga kalau mau cari tugas"

Tentu saja dengan riang Kinan memanfaatkan kesempatan yang diberikan oleh kepala lab. Saat itu tepat waktu dimana situs jejaring sosial bermunculan, salah satunya Facebook. Karena saat itu Handpnone belum secanggih sekarang, untuk berselancar di internet pun harus ke warnet atau ya seperti yang Kinan lakukan. Memanfaatkan kesempatan yang ada.

Facebook adalah hal baru yang sedang ramai dibicarakan oleh remaja saat itu. Sebuah situs jejaring sosial yang memungkinkan penggunanya untuk saling berkomunikasi melalui internet. Disana setiap orang bisa mencari teman baru, membuat grup, atau sekedar melihat lihat profil teman.

Kinan mulai membuat akun mengikuti petunjuk yang ada, mengisi beberapa data diri seperti alamat email, nama, sekolah, dll. Setelah akun selesai dibuat, Kinan mulai mengetikkan nama-nama yang menurutnya bagus, atau unik. Lalu beberapa nama pengguna facebook bermunculan, dengan secepat kilat dikirimkan permintaan pertemanan oleh Kinan. Beberapa diantaranya adalah teman satu sekolahnya, entah kakak kelas, atau teman mainnya. Nama-nama seperti Bayu, Indra, Budi, Fitri, Intan, atau bahkan nama yang konyol seperti Parjo dengan foto remaja pria yang pasti bukan nama aslinya.

Tak lama berselancar, Kinan mendapatkan teman baru dari salah satu kampus ternama di Yogyakarta,  Bayu namanya. Dari profilnya terlihat banyak sekali teman-teman mahasiswanya dari berbagai kampus. Seru ya bisa punya teman mahasiswa, semoga bisa bantuin bikin tugas.hehe

"Halo kak, salam kenal"

"Halo juga dek, salam kenal. Sekolah dimana?"

"Aku dari Semarang kak, kakak orang Jogja ya?"

"Iya dek, kakak asli Jogja"

Ting!!

Bunyi notifikasi dari komputer yang kebetulan terpasang audio itu mengagetkan Kinan. Ternyata ada pemberitahuan penerimaan pertemanan, dan juga satu obrolan baru.

"Halo dek, salam kenal. Makasih ya udah add aku ^^"

Oh iya, ini kak Yudhistira temannya kak Bayu tapi beda kampus. Ramah banget orangnya mau chat duluan.

"Halo kak, salam kenal juga. Makasih juga udah nerima permintaan pertemananku ya. Kakak kuliah semester berapa?"

"Kakak baru semester tiga dek, oiya panggil mas aja ya biar akrab"

"Oh oke mas, panggil Mas Tira berarti ya?haha"

"Iya, boleh. ini kamu namanya Kinan kan?"

"Iya mas, aku Kinan. Nama asli kok. Oiya mas, nanti kalau aku ada tugas boleh minta dibantuin gak?"

"Boleh dong, selagi mas bisa nanti dibantuin"

Teeett!! Teeeettt!!

Bel masuk kelas berbunyi, Kinan dengan buru-buru keluar dari facebook dan kembali ke kelas. Perasaan Kinan sangat senang, seperti ada pelangi yang datang. Hidupnya yang biasa saja seolah menjadi berwarna hanya karena komputer dan internet. Hari itu, awal kisah Kinan dimulai. Kisah yang mempengaruhi kehidupannya di masa depan dengan manis pahitnya cerita.

Komentar

Postingan Populer